Blog

Dibilang ‘Sok Inggris’ Justru Tingkatkan Skill Bahasa Inggris

Uncategorized

Dibilang ‘Sok Inggris’ Justru Tingkatkan Skill Bahasa Inggris

Sok Inggris – Menjadi seorang mahasiswi Sastra Inggris membuatku sudah kebal dengan kalimat tersebut. Kalimat yang bermakna negatif, meremehkan dan bikin gak semangat. Rasanya langsung mau jawab, ‘Emangnya kenapa sih, kalo sok inggris?

source: https://www.freepik.com/free-vector/group-therapy-illustration_9978525.htm#page=1&query=speaking&position=13

Mindset Berpikir

4 tahun menjadi pelajar bahasa memberikan dampak besar ke diriku, salah satunya perubahan mindset. Pandanganku menjadi lebih terbuka, lebih menerima bahwa ada begitu banyak sudut pandang yang bisa kita pelajari. Termasuk memahami proses setiap orang dalam belajar bahasa khususnya bahasa Inggris, itu berbeda. Dengan belajar bahasa asing, apapun itu, berarti kita juga belajar tentang budaya yang ikut mempengaruhinya.

Baca: “SAY NO” To Minder Bicara Bahasa Inggris!

Kenapa Dianggap ‘Sok Inggris’?

Bagi sebagian orang, bahasa Inggris bahkan sudah menjadi bahasa kedua setelah bahasa ibu yang digunakan sehari-hari. Ssstt…sadar atau tidak, kita pasti baca, dengar, atau berbicara dalam bahasa Inggris lho. Di layar ponsel kita, di lagu-lagu yang kita dengar, di obrolan bareng teman, dan masih banyak lagi deh pokoknya. Apalagi bagi mereka yang kerja atau sekolah yang mengharuskan untuk menguasai bahasa Inggris dalam berkomunikasi maupun menyelesaikan tugas, atau pada situasi tertentu kita cenderung lebih ekspresif dengan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Nah, hal-hal tersebut kan juga dipengaruhi dari lingkungan yang semakin modern ini. Lantas, kenapa masih ada yang mengucilkan orang lain dengan bilang ‘sok inggris’?

Singkatnya, orang-orang seperti itu sebenarnya hanya gak punya keberanian yang sama untuk menjadi ‘sok inggris’. Padahal, ini juga termasuk tahap belajar. Dengan kamu ‘sok inggris’, berarti kamu paham sama apa yang kamu pelajari dan secara gak langsung kamu pakai di kehidupan sehari-hari. Hanya saja, penting juga untuk kita memahami konteks dan kepada siapa kita berbicara. Gak mungkin dong, kita bicara dengan mencampur bahasa Inggris/bahasa asing lainnya yang sekiranya tidak begitu mengerti dengan bahasa tersebut. Gak nyambung dan malah jadi miskomunikasi. Kalau kita sudah terbiasa mengenal istilah atau kosakata dalam bahasa  Inggris, coba untuk mencari padanan kata tersebut atau mendeskripsikan dengan penjelasan lain yang lebih umum dan mudah dipahami. Jadi, ingat saja kalau kita gak perlu meladeni mereka yang meremehkan dengan bilang ‘sok inggris’, karena kita lebih peduli dengan perkembangan kita untuk terus belajar berbahasa yang baik dan benar.

Butuh Supporting System

Sekarang, kata-kata itu udah gak ngaruh. Setidaknya untuk aku. Nyatanya, kalimat itu bisa sangat mempengaruhi orang-orang yang baru saja mulai belajar atau melatih kelancaran bahasa Inggrisnya. Yang ada mereka langsung ciut, malu dan lebih tertekan lagi untuk mencari lingkungan yang bisa mendukungnya belajar. Sayang banget kan, potensi dan kemauannya udah ada tapi respon orang sekitarnya justru negatif. Karena itulah dibutuhkan wadah yang tepat untuk mereka belajar, di mana mereka bisa merasa aman dan bebas berekspresi tanpa merasa dihakimi.

Menurutku, penting untuk memiliki support system yang sangat membantu. Di Glolingo, kamu bisa dapetin itu! Tersedia kursus bahasa TOEFL dan speaking yang pastinya terjangkau, juga berbagai webinar seru dan menarik yang akan menemani kamu di masa pandemi ini. Pantengin terus Instagram Glolingo ya, karena banyak giveaway berhadiah buat kamu. Yuk, Glo-up Your Opportunities with Glolingo!

Ditulis oleh Winona Hanantian

Editor: Devanda @devancpn

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *